Delapan Fakta Kota Dumai
VIVA.co.id – Dubai, kota yang satu ini sangat
identik dengan gaya hidup mewah dan gemerlap. Hotel-hotel bintang lima
hingga bintang tujuh dengan mudah dijumpai di kota berpenduduk 2,7 juta
jiwa ini. Etalase pusat perbelanjaan pun dipenuhi produk merek-merek
fesyen ternama yang harganya mencapai ratusan juta.
Namun di balik
kemewahan tersebut, Dubai menyimpan sejarah dan kebudayaan yang tak
banyak diketahui orang. Apa saja? Berikut selengkapnya dilansir dari
rilis Dubai Tourism.
Industri mutiara
Saat
ini, Dubai boleh saja dikenal dengan industri pariwisata dan
perhotelannya yang menjadi andalan pemerintah setempat. Namun jauh
sebelum itu dan juga industri minyak, Dubai mempunyai industri lain yang
tak kalah hebat.
Dubai ternyata pernah memiliki industri mutiara yang besar.
Tercatat, Dubai pernah mempunyai 300 kapal layar selam serta 7.000
pelaut. Meski tinggal sejarah, jejak dari kebesaran industri mutiara
masih bisa dilihat di Pearl Museum.
Di sini, tersimpan koleksi
mutiara terbaik di dunia yang merupakan hasil donasi dari pedagang
mutiara Sultan Al Owais. Salah satu koleksi yang terdapat di museum ini
antara lain mutiara air laut dengan harga fantastis, yaknis AED500 juta
atau hampir Rp2 triliun.
Siapa
sangka, Dubai pernah menggunakan India Rupee sebagai mata utang
utamanya pada pertengahan 1800-an. Sempat berubah menjadi
Gulf Rupee pada 1957, sebelum akhirnya tidak digunakan lagi pada 1966.
Meski
sudah tidak memakai Rupee sebagai mata uang, hubungan Dubai dan India
tetaplah erat. Hal ini terlihat dari wisatawan ke Dubai yang didominasi
oleh warga India. Selain itu, restoran India juga banyak tersebar di
berbagai sudut kota.
Namun yang paling mencolok adalah kehadiran
taman bertema Bollywood pertama di dunia. Taman tersebut dibangun di
kawasan Dubai Parks and Resorts.
Kereta metro tanpa awak
Turis
tak perlu khawatir soal transportasi saat menginjakkan kaki di Dubai.
Sebab, kota ini memiliki sistem kereta metro yang sangat mutakhir.
Berdasarkan data Guinness World Records, sistem kereta metro di sana
merupakan sistem metro tanpa awak terpanjang di dunia.
Tak
berhenti sampai situ, jalur sistem kereta metro itu pun terus
diperpanjang dan akan ada penambahan stasiun pemberhentian baru yang
akan mencapai lokasi Expo 2020 di Dubai.
13 mobil
Percayakah
Anda bahwa kota metropolitan ini dahulu hanya memiliki kurang dari 20
mobil. Pada tahun 1968, ternyata hanya ada 13 mobil yang terdaftar di
Dubai. Namun, jumlah tersebut naik berkali-kali lipat pada saat ini,
yakni sekitar 1,5 juta mobil.
Punya pegunungan terjal
Selama
ini, Dubai lebih disorot dengan pemandangan kota pesisirnya. Namun,
lanskap Dubai tak hanya sekadar pantai dan perkotaan. Dubai juga
mempunyai pegunungan terjal yang disebut dengan Hatta.
Banyak
aktivitas yang bisa dilakukan turis saat menjelajahi kawasan tersebut.
Bagi yang menyukai olahraga, bisa bersepeda gunung seraya memandang
keindahan pegunungan Hajar. Sementara bagi penyuka olahraga air, dapat
bermain kayak di Hatta Dam.
Susuri juga perkebunan kurma dan
peternakan lebah bila ingin mendapatkan pengalaman yang lebih seru.
Pastikan membawa kamera karena tempat ini layak dijadikan sebagai latar
untuk berfoto.
Tradisi menuangkan teh
Jika
Anda berkunjung ke sebuah rumah di Dubai dan mendapat suguhan secangkir
penuh teh maka bersiap-siaplah untuk segera beranjak. Rupanya, ini
merupakan cara halus dari sang pemilik rumah memberi tahu kepada tamu
bahwa mereka sudah terlalu lama berkunjung.
Kebiasaan ini
merupakan bagian dari kebudayaan Emirati. Dalam kebudayaan Emirati,
pemilik rumah diharuskan memberikan teh dan kurma bagi tamu dengan cara
tradisional, yakni hanya menuangkan teh setengah cangkir. Alasannya,
cangkir yang digunakan tidak memiliki gagang dan teh yang disuguhkan
sangat panas.
Kebudayaan unik Emirati ini bisa Anda pelajari lebih jauh saat berkunjung ke Sheikh Mohammed Centre for Cultural Understanding.
Kementerian kebahagiaan
Mungkin
inilah Kementerian paling unik yang pernah ada di dunia. UEA ternyata
memiliki Kementerian Negara untuk Toleransi dan Kementerian Negara untuk
Kebahagiaan. Beberapa inisiatif dan proyek dibuat sejalan dengan
Kebahagiaan Negara dan Program-program Positif. Salah satunya adalah
pengadaan kantor-kantor yang menanamkan kebahagiaan serta nilai-nilai
positif.
Bandara tersibuk di dunia
Dahulu,
bandara Dubai hanya bandara dengan landasan pacu yang dibuat dari pasir
yang dipadatkan. Namun dalam waktu 58 tahun, bandara ini menjelma
menjadi bandara tersibuk di dunia untuk terminal internasional. Tercatat
ada 83 juta penumpang pada 2016. (ren)
Sumber: viva.co.id

Post a Comment